Dosen Poltekkes Bicara Soal Jamur
Kamis, 01 Desember 2011 - 15:16:10 WIBDitulis oleh : Endang Widajati - Diposting oleh : kasanawi - Dibaca : 133 kali
Bank Indonesia Malang mengadakan acara sosialisasi manfaat gizi dan aneka masakan jamur sebagai unggulan kuliner sehat dan ramah lingkungan pada Selasa 15 November 2011 lalu. Acara digelar dalam bentuk talk show dan demo masak dengan diharidi lebih dari 100 peserta dari anggota PHRI (Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia), pengusaha jamur, vegan community, dan akademisi dari Malang dan sekitarnya.
Acara tersebut merupakan salah satu kegiatan BI Malang dalam rangka mendukung pengembangan klaster jamur, khususnya di Jawa Timur, demikian ungkap Bapak Totok sebagai representatif manager BI dalam sambutan saat membuka acara.
Jamur merupakan makanan yang layak dikembangkan. Beberapa alasan yang mendasari menurut Yohanes Kristianto, sebagai salah satu pemateri dalam acara tersebut, karena jamur mengandung nilai gizi yang sangat baik. Selain kandungan protein yang tinggi, jamur mengandung asam amino esensial yang lengkap. Asam amino esensial tidak dapat dibuat dari tubuh, jadi hanya bisa didapat dari luar melalui konsumsi makanan. Jamur merupakan makanan tinggi serat dan vitamin B, dan rendah kalori. Sehingga jamur sangat cocok untuk hidangan diet rendah kalori. Yohanes, dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Malang, yakin bahwa di masa mendatang jamur akan banyak dicari orang karena kandungan gizinya yang menyehatkan. Hal ini terlihat antara lain dari data produksi jamur dunia yang terus meningkat, dan Indonesia menjadi 10 besar produsen jamur terbesar dunia dengan produksi sekitar 63 ton pada tahun 2009.
Bagi kelompok vegan, jamur merupakan makanan utama. Sebagian disampaikan oleh Ibu Merry, pemateri dari loving vegan community, jamur telah lama digunakan dalam berbagai masakan vegan dan dapat diterima dengan baik. Berbeda dengan produksi makanan hewani seperti ayam dan daging sapi yang menimbulkan penncemaran lingkungan, maka produksi jamur tidak menghasilkan bahan polutan yang membahayakan kehidupan dan lingkungan. Para peserta sangat antusias mengikuti semua rangkaian acara. Banyak pertanyaan yang diajukan peserta, terkait dengan manfaat kesehatan dan cara mengolah jamur yang baik. Salah satu pertanyaan yang diajukan Bapak Hariyadi dari RM Ringin Asri adalah apakah kandungan gizi jamur bisa dijadikan obat, dan dimana dapat diperoleh preparat tersebut.
Di akhir sesi, panitian menyuguhkan demo memasak serba jamur yang dipandu oleh chef Hotel Tugu. Sambil menikmati makan siang yang menunya didominasi oleh resep jamur seperti, sup jamur, sate jamur, lumpia jamur, dan sebagainya, peserta beramah tamah sambil mencari peluang usaha jamur diantara mereka. Turut meramaikan acara tersebut adalah testimoni pengusaha jamur yang sukses di Bromo. (Endang Widajati).



.jpg)









Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online