Pentingnya ISO bagi Poltekkes Kemenkes Malang

Ditulis oleh : dr. Endang Sri Dewi H.S., MQIH

Tanggal : 2011-09-08


Sering kita mendengar atau bahkan membaca langsung dari spanduk-spanduk atau banner yang dipasang di depan suatu perusahaan atau organisasi pelayanan publik, bahwa organisasi atau perusahaan tersebut sudah bersertifikat ISO. Banyak dari masyarakat termasuk kita sendiri yang tidak mengetahui apa sebenarnya ISO itu dan apa sebenarnya manfaatnya bagi kita atau masyarakat sebagai pengguna pelayanan tersebut. Buktinya, rata-rata masyarakat datang ke suatu tempat pelayanan yang mereka butuhkan tanpa memilih atau melihat apakah tempat pelayanan yang mereka tuju sudah bersertifikat ISO atau belum, yang penting bagi mereka adalah bahwa pelayanan yang mereka terima harus memuaskan dan sesuai dengan keinginan mereka serta biaya yang telah mereka keluarkan.

Apa sebenarnya ISO itu?

ISO  singkatan dari International Organization for Standardization  (dalam bahasa Indonesia: Organisasi Internasional untuk Standardisasi),  adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standardisasi nasional setiap negara.  ISO merupakan organisasi non pemerintah dengan kewenangan menetapkan standar yang sering menjadi dasar persyaratan yang harus dipenuhi melalui persetujuan atau standar nasional, dan dalam prakteknya ISO berkonsorsium dengan pihak pemerintah.

ISO bagi Poltekkes Kemenkes Malang

Saat ini ISO telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk bidang pendidikan. Institusi Pendidikan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang pada tahun 2011 ini telah mengantongi Management System Certification Audit Report for The Initial Audit QMS of ISO 9001: 2008 & IWA 2:2007 yang dikeluarkan oleh Bureau Veritas Certification. Ini berarti Poltekkes Kemenkes Malang telah melewati tahapan-tahapan audit kinerja, akreditasi sampai akhirnya mendapatkan sertifikat ISO tersebut.
 
ISO dan MUTU

Kalau berbicara tentang ISO berarti kita tidak lepas dari istilah-istilah: mutu,  jaminan mutu, dan manajemen mutu.

Mutu itu bersifat dinamis. Mutu yang baik, tidak  untuk dicapai kemudian diacuhkan, tetapi dikembangkan berkelanjutan. Tom Peter menyatakan bahwa mutu itu bersifat relatif. Sebagai contoh: setiap hari, setiap produk, khususnya produk kelulusan bisa menjadi relatif baik atau relatif buruk, dan tidak pernah stagnant/statis.  Oleh karenanya, mutu bukan menjadi tanggung jawab seorang manajer/ pimpinan saja, melainkan mutu menjadi tanggung jawab, urusan dan kepentingan setiap orang dalam organisasi institusi tersebut. Hal tersebut bisa terlaksana apabila ada komitmen, perubahan paradigma, dan sikap mental para pelaku organisasi, serta pengorganisasian penjaminan mutunya.

Mutu juga bisa diartikan kesesuaian terhadap kebutuhan. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan dikatakan mutunya rendah. Sebaliknya, apabila suatu produk atau pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan yang diminta, dikatakan produk/ pelayanannya bermutu, apapun bentuk produknya. Mutu harus dapat dicapai, dapat diukur, dapat memberi keuntungan dan untuk mencapainya diperlukan kerja keras semua pihak mulai dari staf paling bawah sampai tingkat pimpinan/manajer. Suatu sistem yang berorientasi pada peningkatan mutu akan dapat mencegah kesalahan-kesalahan dalam penilaian.

Mutu itu sendiri menurut Philip. B. Crosby adalah derajat dipenuhinya persyaratan yang ditentukan, sedangkan jaminan Mutu adalah keseluruhan aktivitas dalam berbagai bagian dari sistem untuk memastikan bahwa mutu produk atau layanan yang dihasilkan oleh pemberi pelayanan selalu konsisten sesuai dengan yang direncanakan/dijanjikan. Dalam jaminan mutu terkandung proses penetapan dan pemenuhan standar mutu secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga seluruh stakeholders memperoleh kepuasan. Manajemen Mutu adalah suatu proses dimana orang-orang bergerak untuk mencapai tujuan yang sama bagi suatu organisasi.

Apa manfaat ISO bagi Institusi Poltekkes Kemenkes Malang?

Dengan sudah terakreditasinya Institusi Poltekkes Kemenkes Malang melalui ISO 9001: 2008, berarti Poltekkes Kemenkes Malang sebagai salah satu penyelenggara satuan atau program pendidikan di bidang kesehatan, telah menjalankan program penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan. Hal tersebut berarti pula bahwa, proses pembelajaran yang dijalankan sudah harus berpusat pada peserta didik, yang memperlakukan, memfasilitasi dan mendorong peserta didik menjadi insan pembelajar mandiri yang kreatif, inovatif dan berkewirausahaan, tidak diskriminatif serta mampu mengembangkan ketrampilan soft skill nya.

Dengan telah diaudit dan disertifikasinya Poltekkes Kemenkes Malang  sebagai institusi pendidikan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001: 2008, maka berhak mencantumkan label "ISO 9001:2008 Certified" atau "ISO 9001:2008 Registered". Dengan mencantumkan label tersebut Poltekkes Kemenkes Malang akan mendapatkan manfaat atau keuntungan-keuntungan seperti: citra institusi meningkat, manajemen mutu institusi lebih tertata, efisiensi kerja, hubungan dengan berbagai pihak yang berkepentingan menjadi baik, mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, pemerintah maupun pengguna produk kelulusan/ mitra kerja/ pemberi beasiswa, yang kesemuanya itu secara otomatis akan meningkatkan daya saing Poltekkes Kemenkes Malang.

Aspek Penting Lain  : Komitment, Paradigma, dan Sikap Mental

Komitmen yang tinggi mulai dari tingkat pimpinan Poltekkes Kemenkes Malang sampai bawahan/ staf, untuk senantiasa menjamin dan meningkatkan mutu produk kelulusan yang diberikan kepada pengguna produk. Komitmen harus merasuk pada sistem dalam organisasi Poltekkes Kemenkes Malang dan semestinya menjadi agenda utama dari setiap orang/karyawan. Tanpa komitmen ini di semua lini organisasi Poltekkes, niscaya penyelenggaraan penjaminan mutu pendidikan akan berjalan tersendat, bahkan mungkin tidak akan berhasil dijalankan dan dipertahankan.

Perubahan paradigma dan sikap mental dari seluruh pelaku organisasi dalam institusi Poltekkes Kemenkes Malang. Harus diakui bahwa masih banyak pelaku organisasi penyelenggara satuan atau program pendidikan  belum terpapar dengan ISO. Mereka belum memahami mengapa organisasi harus bersertifikat ISO dan apa manfaatnya bagi mereka. Belum lagi anggapan bahwa ISO justru menjadi beban bagi kebanyakan staf karena harus merubah pola kerja yang semuanya harus mengacu pada protap-protap  ( prosedur tetap ), harus tertata rapi, terdokumentasi, yang semuanya itu membutuhkan dedikasi dan kerja keras dari setiap staf. Untuk merubah paradigma dan sikap mental yang demikian itu  dibutuhkan seorang pimpinan/ manajer yang bisa merangkul dan memotivasi semua bawahannya sehingga tidak ada rasa tertekan atau terpaksa dalam merubah sikap mental kerja mereka, serta bisa mendorong tumbuhnya budaya kreativitas, inovasi, kemandirian, kewirausahaan dan akuntabilitas, yang dilaksanakan sesuai prinsip otonomi keilmuan.

Pelembagaan Upaya Menjaga Kualitas Poltekkes (Lulusan)

Untuk menyelenggarakan dan mempertahankan produk kelulusan yang bersertifikat ISO Poltekkes Kemenkes Malang telah membentuk pengorganisasian penjaminan mutu. Pengorganisasian ini dibentuk untuk mengendalikan proses dari peningkatan mutu itu sendiri, karena tanpa ada pengendalian dari organisasi penjaminan mutu, dapat memberikan kerugian yang besar atau  bahkan ada kemungkinan institusi pendidikan  tersebut justru  meningkatkan proses yang salah.

Bagaimana dengan sejawat di Poltekkes Kemenkes Malang, apakah sudah siap untuk berkomitmen dan merubah sikap mental kerja di lingkup kerja kita masing-masing untuk mewujudkan dan mempertahankan institusi pendidikan yang sudah bersertifikat ISO? ( Editor:Zani P)


Referensi:
Ditjen Dikti (2009). Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi. Jakarta.

Wikipedia Ensiklopedia Bebas, (tanpa tahun).Organisasi Internasional Untuk Standardisasi. Tersedia di :   http://id.wikipedia.org/ wiki/Organisasi_ Internasional_Untuk_Standardisasi. Diakses pada : _______2011

Wikipedia Ensiklopedia Bebas (tanpa tahun). ISO 9000.
              Tersedia  di : http://id.wikipedia.org/wiki/ISO_9000, Diakses pada : ___2011

Suminarsih (tanpa tahun).Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.Slide Presentasi.Tidak diterbitkan.

Wilson L, Goldschmidt P, (1995).Quality Management in Health Care. McGraw-Hill Book Company Australia Pty Limited, Sydney – Australia

XPF