Perkuat Budaya Mutu melalui Implementasi Internal Quality Assurance (IQA) Pendidikan Kebidanan
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang melalui Project IMPACT (Midwifery Partnership for Advancing Competency-based Midwifery Education) turut berkontribusi dalam kegiatan Implementasi Internal Quality Assurance (IQA) pada Tingkat Institusi dan Program Studi Pendidikan Kebidanan yang diselenggarakan pada 8–9 Juli 2026 di Ijen Suites Resort & Convention Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama Pemerintah Republik Indonesia dengan United Nations Population Fund (UNFPA) Siklus XI yang didukung oleh Global Affairs Canada (GAC) sebagai upaya memperkuat implementasi pendidikan kebidanan berbasis kompetensi melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal.
Mewakili Direktur Poltekkes Kemenkes Malang, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Wiwin Martiningsih, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UNFPA, GAC, dan Kementerian Kesehatan RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Poltekkes Kemenkes Malang sebagai tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bukan sekadar pemenuhan standar, melainkan telah menjadi budaya kerja yang berorientasi pada continuous quality improvement untuk menghasilkan lulusan yang profesional, beretika, dan berwawasan global. Sebagai salah satu Centre of Excellence (CoE) pendidikan kebidanan, Poltekkes Kemenkes Malang terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, serta mitra internasional guna mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Kerja Tata Kelola Pengembangan Program Pendidikan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. R. Ratna Wulandari, MKM, serta dihadiri oleh perwakilan UNFPA Indonesia, dr. Elvira Liyanto, Global Affairs Canada (GAC), konsultan internasional Erin Ryan, konsultan nasional Loveria Sekarrini, pimpinan institusi pendidikan kebidanan, organisasi profesi, rumah sakit pendidikan, dinas kesehatan, dan mitra akademik dari berbagai institusi. Selama dua hari, peserta mengikuti pemaparan mengenai kerangka kerja internasional IQA, benchmarking praktik baik, diskusi kelompok, identifikasi tantangan implementasi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut sebagai strategi penguatan sistem penjaminan mutu internal di masing-masing institusi.
Sebagai salah satu CoE pendidikan kebidanan, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Bersama peserta dari berbagai institusi, tim Jurusan Kebidanan mengikuti diskusi kelompok yang berfokus pada identifikasi akar permasalahan, analisis tantangan implementasi IQA, penyusunan rekomendasi perbaikan, serta pengembangan rencana implementasi di tingkat institusi dan program studi. Partisipasi aktif tersebut menjadi wujud komitmen Jurusan Kebidanan dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan guna mendukung penyelenggaraan pendidikan kebidanan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan pelayanan kesehatan.
Pada hari kedua, setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi isu prioritas beserta rekomendasi perbaikan yang telah disusun. Diskusi dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindak lanjut, identifikasi potensi hambatan, serta penyepakatan mekanisme pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan komitmen bersama antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, dan para mitra untuk mengimplementasikan IQA secara konsisten dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan kebidanan.
Melalui implementasi IQA ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang semakin memperkuat perannya sebagai CoE dalam pengembangan pendidikan kebidanan di Indonesia. Komitmen terhadap budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan diharapkan mampu menghasilkan lulusan bidan yang profesional, kompeten, dan siap memberikan pelayanan kebidanan berkualitas sesuai standar nasional maupun internasional, sekaligus berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
