POLTEKKES KEMENKES MALANG

Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Dalam rangka meraih keberkahan di bulan suci Ramadan sekaligus menumbuhkan jiwa kepedulian sosial, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Malang menyelenggarakan acara Buka Puasa Bersama dan Pemberian Santunan kepada Anak Yatim. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan ini diadakan di lingkungan kampus Poltekkes Malang pada Jumat (6/3) sore.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, staf tenaga kependidikan, perwakilan organisasi mahasiswa (BEM), dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), serta puluhan anak yatim piatu yang diundang khusus dari panti asuhan di sekitar wilayah Kota Malang.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 16.00 WIB, diawali dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sembari menunggu waktu berbuka, para tamu undangan disuguhkan dengan tausiyah agama.

Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan Poltekkes Kemenkes Malang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai pengabdian masyarakat kampus.

"Kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud rasa syukur dan kepedulian sivitas akademika Poltekkes Malang terhadap sesama. Kami berharap silaturahmi antar warga kampus semakin erat, dan sedikit rezeki yang kami bagikan dapat membawa kebahagiaan serta senyuman bagi adik-adik kita tercinta," ungkapnya.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan dan bingkisan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim. Wajah ceria dan senyum bahagia tampak terpancar dari anak-anak yang hadir saat menerima bingkisan tersebut.

Suasana kekeluargaan semakin terasa kental saat azan Maghrib berkumandang. Seluruh peserta yang hadir membatalkan puasa dengan takjil yang telah disediakan, dilanjutkan dengan ibadah salat Maghrib berjamaah. Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Malang berharap dapat terus berkontribusi positif tidak hanya di bidang pendidikan dan kesehatan, tetapi juga dalam aspek sosial kemasyarakatan, mencetak generasi tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi.